Tren Diet 2019: Diet Volumetrik. Badan Sehat Dan Langsing!

17 January 2019

Kalau ditanya resolusi, menurunkan berat badan adalah tujuan yang paling sering disebut banyak orang setiap tahun. Rata-rata karena mereka sudah melakukan program diet namun gagal. Alasannya pun beragam, ada yang menyerah, ada juga yang tetap menjalani program diet namun berat badan tak kunjung turun.

 

Nah, khusus bagi Anda yang belum berhasil menurunkan berat badan, ada metode baru yang mudah dilakukan dan dipercaya optimal menurunkan berat badan. Salah satunya adalah Diet Volumetrik.

 

Kenalan Dengan Diet Volumetrik
Diet Volumetrik pertama kali dikenalkan oleh seorang ahli nutrisi Barbara Rolls, Ph.D.Dalam metodenya, Rolls berpendapat jika orang merasa kenyang karena jumlah makanan yang dikonsumsi, bukan karena jumlah kalori dan lemak yang masuk. Nah, dalam melakukan diet ini Anda boleh makan dalam jumlah besar asalkan rendah lemak dan kalori.

Diet Volumetrik mengutamakan volume atau porsi besar dalam menu makan, sehingga tujuannya adalah menciptakan rasa kenyang walaupun mengonsumsi makanan rendah kalori.

Berbeda dengan program diet lain yang mengharuskan Anda makan dalam jumlah sedikit sehingga mudah merasa lapar. Diet Volumetrik memfokuskan pada makanan alami yang rendah kalori namun tinggi serat dan air seperti buah serta sayuran. Kandungan serat dan air tinggi akan membuat Anda merasa kenyang setelah makan.

 

Prinsip Menjalankan Diet Volumetrik
Untuk menerapkan diet ini, tidak banyak batasan yang membingungkan. Tidak perlu menghitung kalori, mengukur makanan, bahkan mencatat berbagai kandungan dalam makanan.

 

Saat melakukan Diet Volumetrik, Anda tetap boleh mengonsumsi lemak untuk membantu penyerapan nutrisi serta sebagai sumber energi utama. Namun tentunya pilih lemak sehat dari kacang-kacangan, makanan laut, zaitun, jagung, kedelai dan minyak bunga matahari.

 

Pada diet ini, makanan dibagi menjadi empat kelompok:

  • Kelompok 1 : buah dan sayuran tanpa pati, susu tanpa lemak, dan sup berbasis kaldu.
  • Kelompok 2 : buah dan sayuran bertepung, biji-bijian, sereal, daging rendah lemak, kacang polong, dan susu rendah lemak.
  • Kelompok 3 : daging, keju, pizza, kentang goreng, saus salad, roti, es krim dan kue.
  • Kelompok 4 : makanan digoreng, biskuit, permen coklat, keripik, kacang-kacangan, mentega dan minyak.

 

Konsumsilah sebagian besar makanan dalam kelompok satu dan dua, batasi porsi makanan pada kelompok tiga, dan kurangi pilihan makanan dari kelompok empat.

 

Untuk konsumsi harian, berikut menu yang direkomendasikan bagi pelaku Diet Volumetrik:

  • Sarapan : telur dadar dan roti panggang utuh.
  • Kudapan pagi : yogurt Yunani rendah lemak dengan buah.
  • Makan siang  daging tanpa lemak dengan kacang dan sayuran.
  • Kudapan sore : jagung rebus dengan segelas susu rendah lemak.
  • Makan malam : sepotong ikan, sayuran kukus dan setengah porsi quinoa.

 

Untuk mengurangi kalori dan memberi rasa kenyang setelah makan, mulailah dengan semangkuk sup. Karena menurut salah satu penelitian yang dilakukan Rolls makan sup sebelum makan siang dapat mengurangi kalori makanan sekitar 20 persen, lho.

Bagaimana jika tidak ada sup? Salad bisa menjadi alternatif! Jadi, jangan lupa belanja bahan salad untuk stok setiap hari, ya.

 

Baca Juga:
Resolusi 2019: Diet Apel, Badan Sehat dan Langsing
5 Inspirasi Bekal Lezat Untuk Penyintas Diabetes

Bagikan artikel ini melalui :

Kembali ke daftar artikel

;