LRT Jakarta, Apa Bedanya dengan MRT?

0
1

Setelah hingar bingar kehadiran MRT, masyarakat Jakarta kembali menyambut kehadiran transportasi publik baru. Ya, LRT kini telah memasuki masa uji coba dan bisa kamu nikmati secara gratis.

Kereta yang memiliki trayek hingga ke kota-kota satelit Jakarta seperti Bekasi dan Bogor ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi pemandangan sehari-hari.

Dua moda transportasi baru berbasis kereta yang mengelilingi ibu kota tersebut tentunya memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan antara LRT dan MRT? Mari kita ulas.

Perbedaan pertama yang dapat kita temui yaitu mengenai kapasitas. MRT mampu menampung hingga 1.950 jiwa sekali jalan dan diprediksi dapat mengangkut warga Jakarta hingga 137.400 jiwa setiap harinya. Sementara LRT hanya bisa mengangkut maksimal 300 penumpang dalam sekali perjalanan dengan total penumpang hingga 360.000 jiwa per hari.


Rangkaian MRT juga lebih banyak dibandingkan LRT. MRT memiliki enam rangkaian gerbong sementara LRT hanya memuat dua gerbong. Secara kecepatan, MRT juga dapat bergerak lebih cepat dan memiliki stasiun pemberhentian yang jaraknya pendek. Sedangkan LRT tidak memiliki kecepatan yang sama alias lebih lambat daripada MRT dan memiliki halte pemberhentian dengan area tunggu khusus yang interval setiap halte memiliki jarak hingga beberapa kilometer.

Jika MRT dapat bergerak di bawah tanah (underground) dan lintasan layang (elevated), LRT hanya dapat kita rasakan dan saksikan di lintasan elevated. Sudah siapkah kamu menjadi bagian dalam usaha mengurangi kemacetan dan memusnahkan pengapnya polusi Jakarta? Ayo mulai gunakan keduanya dari sekarang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here