search button

Recent Search

banner

Sarat Penonton Meski Hadir di Lokasi Baru

Posted on December,26 2018

Pemilihan lokasi baru jelas sebuah pertaruhan bagi DWP. Pertama, festival yang menyuguhkan electronic dance festival ini biasa dilangsungkan di Jakarta. Kedua, nama depan acara ini (yang awalnya bernama Blowfish Warehouse Project) memiliki keterikatan dengan ibukota Indonesia. Namun pemilihan lokasi baru ini tak menyurutkan kehadiran penggemar electronic dance music (EDM) menghadirinya. Sembilan penyelenggaraan sebelumnya telah mengokohkan brand DWP sebagai salah satu dance music festival terbesar dan terbaik di Asia.

Di penyelenggaraan ke-10 ini, DWP telah menjelma menjadi perhelatan yang tidak hanya menyuguhkan musik, namun juga memberikan pengalaman menikmati konser yang berbeda. Berbagai venue DWP di kawasan GWK dimanfaatkan secara maksimal. Tiga venue utama DWP – Cosmic Station, Neon Jungle dan Garuda Land – diposisikan secara pas sehingga tiap penonton DWP bisa mendapatkan serta merasakan pengalaman pertunjukan yang berbeda. 

Venue Cosmic Station diatur untuk menampung penggemar EDM DWP. Jika ingin menuju Neon Jungle, penonton harus menaiki tangga yang tepat di bawah patung GWK. Dan panggung utama, Garuda Land, ditempatkan di bawah atau sisi kiri Neon Jungle – siap menampung penonton yang larut dalam keriuhan EDM.  

Keramahan Pulau Dewata dan kemudahan untuk menikmati potensi pariwisata kawasan Bali sebelum, selama, dan sesudah berlangsungnya DWP turut melengkapi festival ini menjadi pertunjukan musik yang sempurna. Apalagi di sisi pengisi acara, Alesso, Armin van Buuren, Baauer, Bassjackers, Claptone, DJ Snake, Frontliner, Gorgon City, Jax Jones, Kris Kross Amsterdam, KSHMR, Kungs, Lost Frequencies, Major Lazer Sound system, dan dan masih banyak lagi penampil lainnya, telah dikenal sebagai peramu dentuman-dentuman musik elektronik yang memesona. 


Baca juga:

Go Back! Share :