search button

Recent Search

banner

Teknik Street Photography

Posted on October,17 2018

Dalam bahasa sederhana, street photography adalah aktivitas mendokumentasikan kehidupan sehari-hari dan masyarakat. Tidak semua karya street photography harus diambil di jalanan. Kamu bisa membidiknya di bandara, mall, pantai, taman kota, bus kota, dan sebagainya. Jika kamu baru di dunia street photography, yang kamu butuhkan hanya panduan untuk memulai, sebuah kamera dengan lensanya, dan beberapa soal mengenai pengaturan kamera. Setelah itu selesai, kamu tinggal mempelajari momen-momen seperti apa yang bisa kamu ambil. Dan itu bisa dimulai dari enam hal berikut ini.  

 

1. The Decisive Moment

“The decisive moment” adalah ungkapan atau istilah yang ditekankan Henri Cartier-Bresson, salah satu pionir street photography. “The decisive moment” adalah kondisi ketika semuanya ‘hadir’ bersamaan pada saat yang tepat, dan kemudian kamu mengambil gambarnya. 

 

2. Juxtaposition

Dalam street photography, kamu bisa menciptakan gambar yang kuat dengan menempatkan elemen di dalam frame secara kontras atau juga disebut juxtaposition. Secara spesifik, juxtaposition adalah kondisi ketika kamu menempatkan dua elemen berbeda dalam frame yang sangat kontradiktif satu sama lain. Seperti mengambil seseorang dengan baju warna merah di depan latar belakang warna hijau. 

 

3. Memiliki Kekuatan Emosi

Hasil karya street photography yang mengesankan adalah foto-foto yang memiliki kekuatan emosional dan menunjukkan sejumlah refleksi kondisi manusia. Ini bisa meliputi kebiasaan, rasa sakit, kesedihan, kesendirian, humor, kegelisahan, muda, dan cinta. Memang cukup sulit menemukan objek dengan kekuatan emosional di street photography. Pertama, kamu harus menemukan kekuatan emosi di jalanan melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Kemudian kamu harus dengan cepat mengambil momen tersebut sebelum orang tersebut menyadarinya. Jika melakukannya dengan baik, kamu akan menciptakan gambar yang menarik dan memiliki kekuatan emosional yang bisa menyentuh sisi hati paling dalam. 

 

4. Elemen Grafis atau Visual

Tidak semua hasil karya di street photography harus bersifat super emosional. Beberapa hasil karya street photography murni gambar visual – yang mengedepankan geometri, warna, dan komposisi. Foto-foto ini diambil dengan pencahayaan dan bayangan yang baik, memiliki garis diagonal kuat, bentuk yang menarik, dan elemen lainnya. 

 

5. Fokus pada Detil

Sebagian dari foto terbaik pada street photography fokus pada detail, bukan objek secara menyeluruh. Saat mengambil gambar, kamu bisa fokus pada detail-detail yang kecil. Artinya, ketimbang mengambil foto seseorang secara menyeluruh (total-body), coba fokus pada telapak tangan, telapak kaki, telinga, atau sesuatu yang mereka pegang. 

 

6. Landscape Perkotaan

Banyak yang beranggapan jika street photography tidak harus melibatkan orang sebagai objek di dalamnya. Kadang-kadang landscape perkotaan yang menarik, yang menunjukkan semacam kondisi manusia dan refleksi pada masyarakat. Hal tersulit yang harus dilakukan saat mengambil landscape perkotaan adalah menemukan pemandangan yang bisa memunculkan rasa nostalgia, emosi, atau kritik sosial. Misalnya, memotret bangunan yang rusak dapat membuat pernyataan sosial yang kuat. Dan dalam hal ini, penting juga bagi kamu untuk menonjolkan komposisi, simetri, dan keseimbangan. 

Tidak jarang jika bagian yang menarik dari street photography adalah benda-benda yang biasa Kamu temukan di jalanan. Jadi jangan segan mengambil foto objek-objek di area publik dan bereksperimen dengan flash atau cahaya alami dari matahari untuk membantu pencahayaan atau menimbulkan efek dramatis. Coba lebih kreatif dan ide untuk membuat objek-objek tersebut terlihat menarik.


Baca juga:

Go Back! Share :