search button

Recent Search

banner

6 Genre Musik Indie Indonesia

Posted on October,26 2018

Sejak dasawarsa 1990-an, kata-kata musik indie kerap ‘menghantam’ telinga. Tetapi tahukah kamu apa itu musik indie? Istilah Indie diambil dari kata Independen yang berarti merdeka, bebas, mandiri, dan nggak bergantung. Ini bukan genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, yang tidak bergantung pada label musik. Di Indonesia, grup-grup musik indie terus bermunculan. Dan berikut ini enam genre musik yang paling sering diusung musisi-musisi indie di Indonesia.

 

1. Metal

Musik metal adalah sebuah aliran musik rock yang mulai berkembang pesat pada 1970-an. Genre ini berakar dari blues rock dan psychedelic rock. Aliran musik ini ditandai dengan distorsi gitar yang sangat kuat, solo gitar panjang, dan ketukan yang cepat di semua instrumen alat musiknya. Lirik heavy metal pada umumnya berkaitan dengan maskulinitas kejantanan, dan kritik sosial. Pada perkembangannya, genre ini akhirnya melahirkan turunannya, seperti heavy metal, speed metal, death metal, grindcore, black metal, dan sebagainya. 

 

2. Reggae

Aliran musik ini awalnya berkembang di Jamaika di akhir era 1960-an. Sekalipun kerap digunakan secara luas untuk menyebut hampir segala jenis musik Jamaika, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.

 

3. Rock Alternatif

Genre musik rock ini mulai mencuat di dasawarsa 1980-an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama “alternatif” ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Sebagai jenis musik yang spesifik, rock alternatif mempunyai sub-aliran yang bervariasi, seperti indie rock, grunge, gothic rock, dan college rock.

 

4. R n’ B

Ini adalah musik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues. Pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Istilah ini pertama kali dipakai sebagai istilah pemasaran dalam musik di Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Jerry Wexler yang bekerja pada majalah Billboard. Istilah ini menggantikan istilah musik ras dan kategori Billboard Harlem Hit Parade pada Juni 1949. Tahun 1948, RCA Victor memasarkan musik kulit hitam dengan nama Blues and Rhythm. Frasa tersebut dibalik oleh Wexler di Atlantic Records, yang menjadi perusahaan rekaman yang memimpin bidang R n' B pada tahun-tahun awal.

 

5. Pop

Ini adalah genre yang paling populer yang konsep bermusiknya mudah diterima telinga banyak orang. Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan Thomas Edison.

 

6. Hip Hop

Di tempat asalnya, genre musik ini lahir dari sebuah gerakan kebudayaan yang mulai meluas di dekade 1970-an. Ini adalah musik yang mengkombinasikan elemen-elemen dinamis seperti rapping, DJ, breakdance, dan graffiti. Dan makin ke sini, elemen Hip Hop juga diwarnai oleh beatboxing, fashion, bahasa slang, dan gaya hidup lainnya. Awalnya musik Hip Hop hanya diisi dengan musik dari disk jockey dengan membuat variasi dari putaran disk hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang unik. Rapping kemudian hadir untuk mengisi vokal dari bunyi-bunyi tersebut. Sedangkan untuk koreografinya, musik tersebut kemudian diisi dengan tarian patah-patah yang dikenal dengan breakdance.

Dari jenis genre musik di atas, sebenarnya masih ada genre lain yang mungkin kurang disorot dan hanya ada di beberapa negara saja. Dari banyaknya genre dan subgenre musik yang mencapai ratusan, genre apa yang paling kamu suka?


Baca juga:

Go Back! Share :